<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Koran Bengkulu</title>
	<atom:link href="http://koranbengkulu.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://koranbengkulu.com</link>
	<description>Sekadar sebuah weblog WordPress lainnya</description>
	<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 20:44:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>BHA dan Polda Bali Adakan Pertemuan, Antisipasi Teroris Masuk Hotel</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=26</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=26#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 20:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Peran aktif dalam memerangi teroris tidak hanya mengandalkan senjata api semata. Tapi harus ada pendekatan persuasif terhadap kalangan pelaku pariwisata. Seperti yang dilakukan Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna dan para pejabat tinggi Polda Bali, Selasa (11/8). Kapolda Bali mengumpulkan para Manager Hotel dan Manager Security yang terkumpul dalam Bali Hotel Association(BHA) untuk mengantisipasi gerakan teroris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/08/bom-300x300.jpg" alt="bom" title="bom" width="300" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-25" />Peran aktif dalam memerangi teroris tidak hanya mengandalkan senjata api semata. Tapi harus ada pendekatan persuasif terhadap kalangan pelaku pariwisata. Seperti yang dilakukan Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna dan para pejabat tinggi Polda Bali, Selasa (11/8). Kapolda Bali mengumpulkan para Manager Hotel dan Manager Security yang terkumpul dalam Bali Hotel Association(BHA) untuk mengantisipasi gerakan teroris masuk kedalam Hotel.<span id="more-26"></span></p>
<p>Agenda pertemuan yang berlangsung di Hotel Sun ST Ragiz Nusa Dua, dihadiri langsung oleh Kapolda Bali berserta para pejabat utama. Seperti Karo Ops, Dir Pariwisata dan Ka Desus 88, Karo Binamitra, Kapoltabes. Para Manager Hotel dan Security yang dikumpulkan tergabung dalam Bali Hotel Asosiation (BHA).</p>
<p>Kegiatan rutin bulanan ini dilakukan, untuk memberikan arahan, perkembangan terkini, dan langkah apa yang harus dilakukan terkait situasi teror dan bom yang melanda Jakarta, baru baru ini.</p>
<p>Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan, bahwa mengelola keamanan adalah masalah kita bersama. Dari data yang diterima aparat kepolisian, tingkat kunjungan wisata di Bali, meningkat drastis, ditengah krisis ekonomi dan aksi peledakan bom di Jakarta.</p>
<p>Untuk Bali sendiri, sebagai daerah pariwisata dunia, masih sangat potensial dijadikan target teroris. Maka dari itu, keamanan Bali harus tetap terjaga.</p>
<p>“Polda Bali akan berupaya memberikan pengamanan dan akan selalu berkoordinasi dengan semua pihak,” tegas Kapolda, Selasa (11/8).</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Ka Densus 88 Polda Bali Kombes Dewa Putu Anom juga memberikan penjelasan, sehubungan kasus peledakan di Jakarta. Dikatakannya, kasus di Jakarta mengidentifikasikan bahwa, aksi kelompok teroris masih ada dan akan terus melaksanakan teror di segala tempat.</p>
<p>Sasarannya termasuk, barang, pejabat Negara dan fasilitas Negara dan kegiatan-kegiatan International. Salah satunya, kegiatan konfrensi AIDS di Westin Nusa Dua.</p>
<p>“Di Bali, system peralatan piranti lunak dan pengamanan lainnya sudah banyak yang canggih di hotel – hotel. Seperti CCTV dan Secdoor. Namun, CCTV jangan hanya dijadikan pajangan tapi harus di cek, karena dari CCTV bisa memantau gerakan para teroris, ” ujar Kombes Anom.</p>
<p>“Jangan hanya CCTV ada, tapi tidak berfungsi. Patut diwaspadai, bagaimana SDM yang mengawaki CCTV, harus betul-betul melakukan tugasnya dengan benar,” imbuh Kombes Anom.</p>
<p>Menurut Kombes Anom, sekarang ini, teroris sudah pintar mencari celah sasaran aksi teror. Yakni, mencari orang dalam dan kemudian merekrutnya. Sehingga, diharapkan, agar kita semua fokus melakukan pemeriksaan bukan hanya di front office saja, tapi dipintu lainnya, seperti pintu masuk karyawan.</p>
<p>Sementara itu, Karo Ops Kombes Pol Hary Prasetya mengatakan, akan dibangun system komunikasi antara satpan hotel dan pihak kepolisian. Sehingga bisa dilakukan komunikasi dan informasi keamanan diseputaran lokasi hotel.</p>
<p>“Nantinya, alat Repieter akan dipasang di Poltabes, Polsek Kuta dan Polsek Kuta Selatan. Rencananya jajaran Polda dan Poltabes akan memberikan arahan kepada satpam dan karyawan berkaitan dengan teroris sehingga mempunyai pemahaman yang sama satu sama lain, ” ujar Kombes Pol Harry Prasetya.. @Yus, Berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=26</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KTI Akan Gelar Seminar Nasional Jasa Lingkungan</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=22</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=22#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 20:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[CILEGON &#124; Dalam rangka membangun kesadaran para pihak untuk terlibat secara aktif dalam upaya pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS), PT. Krakatau Tirta Industri (KTI) akan menggelar seminar nasional bertajuk “Implementasi jasa lingkungan berbasis para pihak sebagai alternatif upaya membangun dan menjaga keseimbangan ekologi, sosial dan ekonomi dalam perspektif pengelolaan DAS secara berkelanjutan” .
Perusahaan berharap, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/08/sungai-ciujung.jpg" alt="sungai-ciujung" title="sungai-ciujung" width="200" height="140" class="alignleft size-full wp-image-20" />CILEGON | Dalam rangka membangun kesadaran para pihak untuk terlibat secara aktif dalam upaya pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS), PT. Krakatau Tirta Industri (KTI) akan menggelar seminar nasional bertajuk “Implementasi jasa lingkungan berbasis para pihak sebagai alternatif upaya membangun dan menjaga keseimbangan ekologi, sosial dan ekonomi dalam perspektif pengelolaan DAS secara berkelanjutan” .<span id="more-22"></span></p>
<p>Perusahaan berharap, dengan membayar jasa lingkungan yang telah dimanfaatkan, mendorong pemerintah untuk membuat regulasi yang mengakomodir pengembangan implementasi jasa lingkungan di masa yang akan datang. PEmerntah juga diharapkan dapat membuat rumusan-rumusan pengelolaan jasa lingkungan dalam pengelolaan DAS yang dapat digunakan secara nasional.</p>
<p>Seminar yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2009 di Convention Hall Permata Krakatau, Cilegon, Banten. Sebagai pembicara dalam kegiatan seminar sehari ini adalah Prof. Emil Salim, Prof. Herman Haeruman, Fazwar Bujang, Sekretaris Daerah Provinsi Banten dan Beria Leimona dari ICRAF Bagor. Rencananya, Keynotes speaker dalam seminar ini adalah Meneg BUMN Soyfan Djalil.</p>
<p>Sedangkan peserta merupakan perwakilan para pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber alam DAS Cidanau yang terdiri dari unsur pemerintah. perguruan tinggi, DPRD, lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, dan unsur asosiasi dan profesi lainnya.</p>
<p><strong>(TERAS NETWORK)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=22</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Butuh Rp 100 Triliun Untuk Bangun JSS</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=15</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=15#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 20:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA - Artha Graha Network melalui PT. Bangungraha Sejahtera Mulia merampungkan studi kelayakan awal (pra feasibility study, pra FS) Jembatan Selat Sunda. Hasilnya telah diserahkan lansung kepada Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiah dan Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, tadi malam.
Terungkap dalam kegiatan itu—hasil dari studi kelayakan—dana yang dibutuhkan untuk pembangunannya JSS adalah sebesar Rp 100 triliun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/08/jss1-300x243.jpg" alt="jss1" title="jss1" width="300" height="243" class="alignleft size-medium wp-image-17" />JAKARTA - Artha Graha Network melalui PT. Bangungraha Sejahtera Mulia merampungkan studi kelayakan awal (pra feasibility study, pra FS) Jembatan Selat Sunda. Hasilnya telah diserahkan lansung kepada Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiah dan Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, tadi malam.<span id="more-15"></span></p>
<p>Terungkap dalam kegiatan itu—hasil dari studi kelayakan—dana yang dibutuhkan untuk pembangunannya JSS adalah sebesar Rp 100 triliun rupiah. Dana sebesar itu, hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam pembangunan infrastrukturnya saja, sedangkan untuk pembebasan lahan di sekitar JSS, masih dibahas oleh Pemprov Lampung dan Pemprov Banten.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah menyatakan optmismenya bahwa mega proyek yang akan menjadi jembatan terpanjang di dunia ini bisa terealisasi. Apalagi, keberadaan akses jembatan itu sudah lama dinanti-nanti oleh masyarakat, baik di Pulau Jawa maupun Pulau Sumatera. Atut mengatakan, Pemprov Banten siap memberikan dukungan seandainya pemerintah mengeluarkan payung hukum, baik berbentuk perpres maupun bentuk regulasi lainnya.</p>
<p>“Selama ini urat nadi perekonomian antar Jawa dan Sumatera hanya dilayani oleh Kapal Feri antar pulau, yang kapasitasnya terbatas. Sementara pada sisi lain, jumlah penduduk pulau Jawa dan Sumatera, yang mencakup lebih kurang 80 persen populasi Indonesia, menuntut adanya mobilitas tinggi guna mengimbangi mobilitas pertumbuhan ekonomi kedua pulau,” terang Atut.</p>
<p>Senada dengan Gubernur Banten, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP dalam sambutannya menyatakan jembatan selat sunda sudah sangat dibutuhkan, mengingat volume kendaraan yang melalui Pelabuhan Merak dan Bakauheni dari tahun ke tahun terus meningkat. “Saat ini saja, tercatat 3.500 kendaraan, 35.000 orang, serta 20 juta ton batu bara yang melewati kedua pelabuhan. Terlebih lagi jika cuaca lagi buruk antriannya dapat mencapai 10 kilometer,” ungkap Sjachroedin.</p>
<p>“Tidak dapat dibayangkan kondisi 10 tahun ke depan seandainya jembatan belum juga direalisasikan. Sehingga 10 Gubernur se-Sumatra memasukannya ke dalam empat rekomendasi yang harus dilaksanakan pemerintah,” ujarnya.</p>
<p>Dia mengatakan, 60 persen ekspor nasional berasal dari Sumatra, 40 persen gula berasal dari Lampung, kalau ditambah dengan Jambi dan Palembang sudah mencapai 50 persen lebih.</p>
<p>Hasil Pra-FS yang berhasil dirampungkan Artha Graha Network yang dipimpin Tommy Winata diserahkan kepada Gubernur Banten dan Lampung, untuk kemudian diserahkan pemerintah pusat.</p>
<p>Tommy Winata mengatakan, motivasi untuk melakukan pra FS adalah agar pembangunan JSS segera direalisasikan. Pihaknya mengaku tidak tidak mempertimbangkan soal keuntungan dalam pembuatan Pra FS.</p>
<p>“Kalau dari hitung-hitungan bisnis, tidak akan untung membuat studi semacam ini. Tetapi kalau tidak ada yang memulai maka siapa yang akan membangun jembatan ini,” tuturnya.</p>
<p>Studi Lebih Dalam<br />
Pembuatan Pra FS jembatan Selat Sunda berawal ditandatanganinya Memorandum of Agreement (MoA) pada 3 Oktober 2007 dengan mengikutsertakan konsultan terkenal Prof. Dr. Wiratman Wangsadinata.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Suratman juga menyatakan, masih membutuhkan studi lebih dalam lagi untuk menentukan struktur terbaik dari jembatan terpanjang di dunia itu. Karena kalau jadi dibangun, JSS akan memiliki panjang lebih dari 30 kilometer.</p>
<p>“Bentang tengah terpanjang di dunia saat ini mencapai 2200 meter, dalam Pra FS Jembatan Selat Sunda punya bentang tengah mencapai 3800 meter,” ujarnya.</p>
<p>Dalam studi lebih lanjut masih harus dilihat potensi gempa di kawasan itu, harus dipertimbangkan adanya patahan yang memang ada kemudian juga Gunung Krakatau yang masih aktif. Potensi gempa itu nantinya untuk melihat kekuatan struktur yang akan dibangun. Semuanya sebenarnya dapat diukur sebelum ditawarkan kepada investor yang berminat mengerjakannya.</p>
<p>Sedangkan Menteri Perencana Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, dukungannya dengan diselesaikannya pembuatan Pra-FS Jembatan Selat Sunda. Paskah menyatakan proyek ini tentunya akan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat pada periode lima tahun ke depan.</p>
<p>“Jika hasil studi kelayakannya telah kami terima, tentu akan langsung kami kaji,” kata Paskah saat memberi sambutan dalam acara penyerahan hasil pra studi kelayakan itu.</p>
<p>Dia mengatakan, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia mencapai Rp1,6 biliun (setelah triliun) atau 3,5 persen dari PDB, namun kemampuan anggaran pemerintah hanya 30 persen atau sekitar Rp450 triliun. Sehingga masih ada kesenjangan sangat besar di atas Rp1 biliun.</p>
<p>“Idealnya kesenjangan harus ditutup agar menuju pertumbuhan ekonomi 5 sampai 7 persen pada periode 2009 - 2014, jelas Paskah.</p>
<p>Dia juga tengah mengusulkan bagi perusahaan swasta yang sudah melaksanakan studi kelayakan awal, apabila biasanya saat tender mendapat kemudahan (previlage) sampai 10 persen akan ditingkatkan menjadi 20 persen.</p>
<p>“Semata-mata usulan ini untuk menarik minat kerjasama pemerintah swasta terutama untuk menggarap proyek skala besar seperti Jembatan Selat Sunda,” ujarnya.</p>
<p>Selain Meneg Perencana Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas Paskah Suzetta, Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak mewakili Menteri PU, dan wakil dari Menko Perekonomian juga terlihat menghadiri acara yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta itu. </p>
<p><strong>(TERAS NETWORK)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=15</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gugatan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto Ditolak MK</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=29</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=29#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 20:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang diajukan oleh dua pasangan Capres/Cawapres, JK-Wiranto dan Mega-Prabowo.
Dalam putusannya, MK menyebutkan subtansi pemohon soal DPT fiktif, penggelembungan suara, penciutan jumlah TPS, serta keterlibatan asing dalam tabulasi nasional tidak dapat dibuktikan secara hukum.
Perkara ini diajukan oleh dua pasangan calon presiden dan calon wakil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/08/mega_pra.jpg" alt="mega_pra" title="mega_pra" width="300" height="250" class="alignleft size-full wp-image-28" />Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang diajukan oleh dua pasangan Capres/Cawapres, JK-Wiranto dan Mega-Prabowo.<span id="more-29"></span></p>
<p>Dalam putusannya, MK menyebutkan subtansi pemohon soal DPT fiktif, penggelembungan suara, penciutan jumlah TPS, serta keterlibatan asing dalam tabulasi nasional tidak dapat dibuktikan secara hukum.</p>
<p>Perkara ini diajukan oleh dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang dinyatakan kalah dalam pilpres, yaitu kubu Mega-Prabowo dan JK-Wiranto.</p>
<p>Dari kubu pasangan Mega-Prabowo menuntut permohonan berlapis, yaitu meminta agar pemilu dilanjutkan ke tahap dua dengan pengurangan suara SBY-Boediono menjadi 48 persen suara, Mega-Prabowo 38 persen suara, dan JK-Wiranto 16 persen suara.</p>
<p>Bila hal itu tidak bisa, pasangan calon ini meminta seluruh pemilu di Indonesia diulang. Dan jika itu sulit dikabulkan, Mega-Prabowo meminta pemilu ulang di 25 provinsi bermasalah.</p>
<p>Sedangkan dari kubu JK-Wiranto menuntut karut-marutnya daftar pemilih tetap (DPT) dan meminta hasil pemilu dibatalkan sehingga Pilpres harus diulang secara keseluruhan.@Yus, berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=29</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kemerdekaan dan Pahlawan Koperasi</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=32</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=32#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 20:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syahjoni R., S.Sos*)
SEJARAH, bangsa Indonesia dalam sejarah dijajah Belanda 3,5 abad lamanya, dan 3,5 tahun dijajah Jepang, kemerdekaan bangsa Indoneisa tidak terlepas dari jasa pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur di medan perang, sejarah telah membuktikan betapa besar jasa pahlawan sampai mengantarkan rakyat kedepan pintu kemerdekaan. Siapapun tidak boleh melupakan sejarah dan pahlawannya, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/08/kop-bendera-300x223.jpg" alt="kop-bendera" title="kop-bendera" width="300" height="223" class="alignleft size-medium wp-image-31" /><strong>Oleh: Syahjoni R., S.Sos*)</strong></p>
<p>SEJARAH, bangsa Indonesia dalam sejarah dijajah Belanda 3,5 abad lamanya, dan 3,5 tahun dijajah Jepang, kemerdekaan bangsa Indoneisa tidak terlepas dari jasa pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur di medan perang, <span id="more-32"></span>sejarah telah membuktikan betapa besar jasa pahlawan sampai mengantarkan rakyat kedepan pintu kemerdekaan. Siapapun tidak boleh melupakan sejarah dan pahlawannya, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Menghargai tidak cukup hanya sekadar mengenang, menundukkan kepala pada saat mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Mengheningkan cipta yang sudah diajarkan sejak duduk dibangku Sekolah Dasar sampai kini, upacara di kampus, upacara sebagai karyawan/ti dan momentum lainnya, bahkan dilingkungan kita tinggal pada saat acara malam renungan yang sudah membudaya malam 17-an. Namun hanya sebatas itu saja, tanpa memaknai arti sesungguhnya kemerdekaan.</p>
<p>Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 memaknai pembukaan UUD 1945 per alinea. Alinea Pertama dari Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”, menunjukan keteguhan dan kuatnya pendirian bangsa Indonesia menghadapi masalah kemerdekaan melawan penjajahan. Dengan pernyataan itu bukan saja bangsa Indonesia bertekad untuk merdeka, tetapi akan tetap berdiri di barisan yang paling depan untuk menentang dan menghapuskan penjajahan di atas dunia. Pada Alinia Kedua Pembukaan UUD 1945 berbunyi “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”, alinea ini menunjukan kebanggaan dan penghargaan bangsa Indonesia bahwa bangsa Indonesia telah diantarkan dengan perjuangan dan melalui pertumpahan darah ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, makna ini kalau dicermati bahwa saat ini bangsa Indonesia telah merdeka dan harus mengambil langkah guna menentukan masa depan bangsa yang lebih mandiri.</p>
<p>Setengah abad lebih atau 64 tahun Bangsa Indonesia telah mengisi kemerdekaan, sudah banyak yang diperbuat, sudah banyak pula yang dilakukan bangsa dan rakyat Indonesia untuk mengisi kemerdekaan menjadikan kemerdekaan yang hakiki, menjadi bangsa yang bersatu, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing, kondisi ini belumlah sepenuhnya dicapai, karena berapa banyak rakyat Indonesia yang hidupnya masih di bawah garis kemiskinan, berapa banyak jumlah pengangguran, berapa banyak anak-anak terlantar dan berapa banyak duka yang melanda bangsa Indonesia yang tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki daya dan upaya untuk berbuat. Sungguh ini tidak cukup untuk direnungkan saja, tapi bagaimana kita mampu menyikapi kemerdekaan menjadi bangsa yang mandiri.</p>
<p>Berdasarkan catatan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia pada Bulan Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15 persen), dibandingkan dengan penduduk miskin pada Bulan Maret 2008 yang berjumlah 34,96 juta (15,42 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,43 juta. Ini belum berarti, keadaan negara yang sangat buruk dewasa ini juga telah dipaparkan oleh Bomer Pasaribu, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR sebagai berikut: “Kondisi masyarakat Indonesia saat ini merupakan yang terburuk dalam 36 tahun terakhir. Hal itu dilihat dari melonjaknya angka kemiskinan serta meledaknya angka pengangguran, yang bila tak segera diatasi akan menjadi masalah besar bangsa,” katanya dalam makalah yang disampaikan pada Sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 di Medan, Dia mengatakan, seiring dengan melonjaknya angka kemiskinan, angka pengangguran juga makin meledak. Tahun 2004, pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 9,7 persen, sementara tahun 2005 meningkat menjadi 10,3 persen. “Akibat parahnya kesulitan ekonomi, pengangguran diperkirakan meningkat menjadi 11,1 persen tahun 2006. Bila ditotal dengan seluruh jenis pengangguran di Indonesia tahun 2006 diperkirakan mencapai 41 persen atau lebih dari 40 juta orang,” katanya. (Antara News, 7 Juli 2007).</p>
<p>Catatan lebih lanjut dari BPS angka angkatan kerja Indonesia Februari 2009 mencapai 113,74 juta orang, bertambah 1,79 juta orang dibanding jumlah angkatan kerja Agustus 2008 sebesar 111,95 juta orang, atau bertambah 2,26 juta orang dibanding Februari 2008 sebesar 111,48 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 104,49 juta orang, bertambah 1,94 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2008 sebesar 102,55 juta orang, atau bertambah 2,44 juta orang dibanding keadaan Februari 2008 sebesar 102,05 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 8,14 persen, mengalami penurunan apabila dibandingkan pengangguran Agustus 2008 sebesar 8,39 persen, dan pengangguran Februari 2008 sebesar 8,46 persen.</p>
<p>Terlepas dari potret pengangguran dan kemiskinan, kondisi ini jangan membuat kesedihan atau dianggap keterpurukan, namun lebih dari itu, perlu gerakan untuk mengubah paradigma berfikir, kesenjangan disana sini memang terjadi, kalau dilihat angka kemiskinan tersebut di atas adalah dampak dari rendahnya pendapatan penduduk yang mengakibatkan rendahnya daya beli masyarakat untuk memenuhi kehidupannya, anak-anak kelaparan berjumlah 13 juta orang, angka yang cukup ironis dan sangat bertentangan dengan kondisi sumberdaya alam Indonesia yang kaya raya. Bung Hatta 62 tahun silam pernah mengemukakan bahwa “Indonesia tanahnya kaya, menghasilkan harta bagi dunia luaran beratus juta saban tahun. Tetapi rakyat Indonesia sendiri hidup miskin dan sengsara di tengah-tengah kekayaan yang melimpah.”</p>
<p>Bung Hatta “Bapak Koperasi Indonesia”</p>
<p>Indonesia.com mencatat jumlah pahlawan nasional lebih dari 123 orang pahlawan dengan segala proses perjuangannya yang panjang dalam proses memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan. Tahun 2009 adalah 64 tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, bangsa ini masih merasa sedih melihat banyaknya rakyat yang belum dapat menikmati arti kemerdekaan, khususnya kemerdekaan eknomi. Bung Hatta adalah salahsatu pahlawan kemerdekaan dan wakil dari Presiden Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama RI, 1945- 1966 yang menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu. Pemimpin Besar Revolusi ini berhasil menggelorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.</p>
<p>Masih banyak untuk menceritakan kisah kasih kesedihan dan perjuangan pahlawan kemerdekaan yang dikukuhkan menjadi pahlawan Nasional. Herawati Sikumbang (18 April 2009) menulis di Kegiatan Situs KSU Pointer “Mengenal Bung Hatta Bapak Koperasi Indonesia. Riwayat singkat Bung Hatta yang ditulis cukup menarik untuk dipahami dan dipelajari secara mendalam mengenai perhatian Bung Hatta terhadap koperasi, penderitaan rakyat kecil mendorongnya untuk mempelopori Gerakan Koperasi yang pada prinsipnya bertujuan memperbaiki nasib golongan miskin dan kelompok ekonomi lemah. Karena itu Bung Hatta diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Gelar ini diberikan pada saat Kongres Koperasi Indonesia di Bandung pada tanggal 17 Juli 1953.”</p>
<p>Dalam buku Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi (Sri-Edi Swasono, Editor), Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press, 1985), Dasar politik perekonomian Republik Indonesia terpancang dalam Undang-Undang Dasar kita dalam Bab “Kesejahteraan Sosial” Pasal 33, yang berbunyi:</p>
<p>“1.  Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.</p>
<p>2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.</p>
<p>3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar kemakmuran Rakyat”.</p>
<p>Dasar-dasar tersebut menjadi buah pandangan yang disampaikan Bung Hatta dalam pidato yang diucapkan sebagai Wakil Presiden dalam Konperensi Ekonomi di Yogyakarta pada tanggal 3 Februari 1946. Tiga pandangan yang disampaikan tentang perekonomian sesuatu negeri pada umumnya ditentukan oleh tiga hal, “Pertama: kekayaan tanahnya. Kedua: kedudukkannya terhadap negeri lain dalam lingkungan internasional. Ketiga: sifat dan kecakapan rakyatnya serta cita-citanya.”</p>
<p>Dalam tiga pandangan Bung Hatta dapat diambil maknanya,  bahwa Indonesia kaya dan subur tanahnya, segala macam jenis tanaman tumbuh di tanah air, tetapi rakyat Indonesia masih dikategorikan rakyat yang masih miskin. Mestinya tidak demikian, karena bangsa Indonesia masih kurang bekerja keras.</p>
<p>Pahlawan Koperasi</p>
<p>Pahlawan Koperasi, ditelinga kita masih sangat jarang mengkumandangkan kata-kata pahlawan koperasi, tapi kalau bicara pahlawan kemerdekaan sejak SD sudah mendengarnya dan tidak asing bagi kita. Namun perlu dilihat kondisi koperasi saat ini, Koperasi adalah poin sangat penting dalam memajukan perekonomian bangsa Indonesia, namun masih banyak orang yang memiliki keahlian dan kemampuan dalam mengolah usaha tapi tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, sehingga merasa kemampuannya kurang berguna yang pada akhirya lebih memilih untuk melamar bekerja diluar,kebanyakan dari orang-orang seperti ini melamar bekerja menjadi buruh pabrik yang upah tenaganya yang murah, tenaga keamanan, marketing, atau hanya bekerja dikantor dengan penghasilan yang biasa-biasa saja, memang sebenarnya bisa ditemukan kesuksesan dalam pekerjaan tersebut, tapi akan lebih baik lagi jika menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga bisa mempekerjakan orang. Dalam keadaan seperti ini perlu seorang sosok pahlawan-pahlawan koperasi. Sosok yang mampu memberikan figure yang tiada henti-hentinya membangun dan mengembangkan koperasi secara praktek lapangan, sehingga generasi muda janganlah selalu dibenaknya memikirkan untuk mencari bekerja, namun ciptakan pekerjaan melalui pembentukan koperasi yang mengarah kepada lembaga ekonomi yang professional.</p>
<p>Dulu pernah ada yang namanya tenaga penyuluh koperasi, sekarang hanya tinggal kenangan, saatnyalah Institusi yang mengurusi koperasi perlu memprogramkan kembali untuk merekrut tenaga-tenaga professional dan produktif bidang koperasi, minimal satu desa satu tenaga penyuluh produktif koperasi dengan tugas umum memberikan:</p>
<p>1. pemahaman kepada masyarakat di desa maupun di kota yang tiada henti, bahwa koperasi adalah instrumen untuk mengangkat dari jerat kemiskinan.<br />
2. tatacara mendirikan koperasi.<br />
3. mensosialisasikan kebijakan teknis pemerintah tentang pembangunan koperasi.<br />
4. membantu memberikan penilaian yang objektif tentang kemajuan koperasi di wilayah suluhnya.<br />
5. mendampingi pengurus koperasi dalam mengelola koperasi untuk mencegah tindakan secara preventif dan persuasif.<br />
6. membantu membuat laporan koperasi, dan lain sebagainya yang berkenaan dengan kemajuan tumbuhnya koperasi di Indonesia.</p>
<p>Tenaga penyuluh produktif koperasi, tepat untuk dibentuk pada Kabinet mendatang 2009-2014. Institusi yang mengurusi koperasi yang saat ini Kementerian Negara Koperasi dan UKM masih diperlukan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, untuk yang akan datang Koperasi dan UKM dapat dan atau tidak digabung, karena UKM adalah bagian dari koperasi, UKM-UKM didorong menjadi anggota koperasi dua kekuatan digabung menjadi satu untuk menjalankan roda perekonomian.</p>
<p>Penyuluh produktif koperasi yang turun langsung kelapangan untuk melihat dan menemukan bakat usaha seseorang anggota, sehingga anggota bisa mendapatkan kesempatan untuk membuka usaha, sehingga koperasi tidak melulu memberikan bantuan terhadap usaha yang sudah berjalan, tetapi juga membantu untuk membuka usaha baru anggota guna memajukan koperasi, tapi tentunya didukung juga oleh orang-orang yang memiliki kemauan dan kerja keras.</p>
<p>Pahlawan konseptual koperasi sudah banyak dinegeri ini, praktisi dan birokrasi, namun pahlawan koperasi yang benar-benar turun menggeluti koperasi sampai maju belum menggaung ditelinga rakyat dan bangsa Indonesia. Perhatian Pemerintah terhadap tumbuhnya koperasi harus tercurahkan sepenuhnya melalui program-program yang dapat menyentuh langsung kepentingan kolektivitas keanggotaan koperasi. Pemerintah perlu menyusun master plan lima tahun kedepan tentang program gerakan koperasi tumbuh kembali. Kalau ini dapat terwujud, lima tahun kedepan sudah banyak Pahlawan-pahlawan koperasi yang dikukuhkan dan diakui oleh rakyat dan bangasa Indonesia. Pahlawan bukan berarti harus berperang mengangkat senjata, Pahlawan Koperasi adalah orang yang konsistensi secara terus menerus membenahi dan meneruskan cita-cita koperasi menjadi sokoguru ekonomi terwujud. Sehingga dengan demikian sistem perekonomian, koperasi bukan sebagai pelengkap dalam tatanan ekonomi Indonesia, tapi melainkan koperasi sudah menjadi bagian mutlak masuk dalam jaring perekonomian bangsa.</p>
<p>Memang sungguh berat tugas dari seorang pahlawan koperasi untuk membenahi dan membangun pola pikir rakyat dan bangsa Indonesia, saat ini bangsa Indonesia sudah terbiasa untuk membeli kebutuhan pokok yang tersedia di mall, suasananya sejuk, nyaman dan rasa aman, ingin meminjam uang, menggadaikan barang sudah ada lembaga yang menyediakan jasa pelayanan dengan cepat, proses cukup 1 jam, uang sudah tersedia tanpa disurvey. Bagaimana dengan koperasi, tugas kita bersama.</p>
<p>Sebagai seorang pahlawan koperasi melihat kondisi koperasi yang dikucilkan oleh usaha-usaha besar, melihatnya tidaklah menjadi masalah, namun terus bekerja keras untuk bekerjasama, bermitra. Namun semua itu peran pemerintah harus dapat memberikan kebijakan yang kondusif, melindungi, mendampingi, memberikan kesempatan kepada kperasi. Kebijakan pemerintah dapat melalui perlindungan melalui Peraturan Daerah (PERDA), Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah merancang sebuah peraturan tentang mendorong tumbuhnya koperasi di wilayahnya masing-masing.</p>
<p>Kemerdekaan Koperasi</p>
<p>Koperasi, jangan aku engkau biarkan merana, karena tidak dapat tumbuh diselah-selah tantangan ekonomi global, engkau selalu melihat perusahaan besar, berdirinya gedung-gedung pencakar langit, disana banyak orang yang mengunjungi, sedang aku, tidak ikut, aku hanya menonton gerak gelombang ekonomi yang diriku hanya sebagai pelengkap dalam perhitungan sistem ekonomi, aku malu, lupakah engkau dengan cita-cita yang pernah ditanamkan.</p>
<p>Bangunlah rakyatku, bangkitlah generasi muda, jangan malu membentuk koperasi, jadikan koperasi menjadi koperasi yang sehat dan professional dan mandiri. Kemerdekaan koperasi untuk kembali kepada nafasnya.</p>
<p><strong>*) Pemerhati Koperasi</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=32</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pembentukan KPA di Kab/Kota Perlu Dipercepat</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=12</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=12#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 19:54:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Bengkulu, Arna Mareta menilai terus bertambahnya angka penderita HIV di wilayahnya perlu diikuti dengan percepatan pembentukan KPA di setiap kabupaten dan kota. Dari 10 kabupaten/kota di provinsi ini, KPA baru terbentuk di Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.
&#8220;Peningkatkan jumlah penderita sangat mengkhawatirkan makanya kita mendorong pembentukan KPA di tiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/08/shootbig.jpg" alt="shootbig" title="shootbig" width="280" height="280" class="alignleft size-full wp-image-44" />Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Bengkulu, Arna Mareta menilai terus bertambahnya angka penderita HIV di wilayahnya perlu diikuti dengan percepatan pembentukan KPA di setiap kabupaten dan kota. Dari 10 kabupaten/kota di provinsi ini, KPA baru terbentuk di Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong.<span id="more-12"></span></p>
<p>&#8220;Peningkatkan jumlah penderita sangat mengkhawatirkan makanya kita mendorong pembentukan KPA di tiap kabupaten untuk menanggulangi HIV/Aids,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, Yayasan Kipas Bengkulu yang fokus terhadap permasalahan HIV/Aids telah mendata 15 warga Kabupaten Bengkulu Selatan, yang terinveksi HIV. </p>
<p>&#8220;Sebulan yang lalu kami melakukan tes Volunteer Conseling Test (VCT) sebanyak 14 warga Manna Kabupaten Bengkulu Selatan positif terinveksi HIV. Baru-baru ini bertambah satu orang lagi,&#8221; kata Direktur Yayasan Kipas, Merly Yuanda.</p>
<p>Menurut dia, Sebagian besar para penderita baru ini adalah para pengguna narkoba yang terinveksi HIV melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian.</p>
<p>Data Kipas menyebutkan saat ini terdapat 148 orang yang terinveksi HIV melalui jangkauan kelompok dukungan sebaya dan kelompok kunci.</p>
<p>&#8220;Hampir 90 persen mereka pengguna narkoba, jadi narkoba menjadi penyumbang terbesar HIV di Bengkulu,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>(***)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=12</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penerimaan CPNS, Pemohon Kartu Kuning Terus Meningkat</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=9</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=9#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 18:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Metro Bengkulu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Menghadapi penerimaan CPNS tahun ini, jumlah pemohon kartu tanda pencari kerja atau kartu kuning terus meningkat. Meski demikian, pelayanan yang diberikan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kaur tetap berjalan baik. 
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kabupaten Kaur, Ir H Slametto melalui Sekretaris Agustarman, S.Pd. Menurutnya, peningkatan junmlah pemohon terjadi sejak jumlah kuota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/07/carikerja.jpg" alt="carikerja" title="carikerja" width="243" height="163" class="alignleft size-full wp-image-37" />Menghadapi penerimaan CPNS tahun ini, jumlah pemohon kartu tanda pencari kerja atau kartu kuning terus meningkat. Meski demikian, pelayanan yang diberikan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kaur tetap berjalan baik. <span id="more-9"></span></p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Kabupaten Kaur, Ir H Slametto melalui Sekretaris Agustarman, S.Pd. Menurutnya, peningkatan junmlah pemohon terjadi sejak jumlah kuota CPNS sudah diumumkan.</p>
<p>“Meski dalam penerimaan CPNS belum jelas apakah akan ada penerimaan untuk tamatan SLTA, namun sudah ratusan tamatan SLTA yang mengambil kartu kuning. Selain itu tamatan Diploma dan S1 juga sudah banyak mengurus persyaratan,” kata Agustarman.<br />
Menurut Agustarman, pihaknya sudah menyediakan 5000 lembar blangko kartu kuning untuk menghadapi penerimaan tes CPNS ini. Sebelumnya juga masih ada sisa belangko persediaan tahun 2008 lalu sebanyak 500 lembar. </p>
<p>“Namun untuk persediaan itu sudah habis. Sehingga sudah mulai menggunakan persediaan yang dianggarkan tahun 2009 ini,” jelasnya.</p>
<p>Sementara Sekkab Kaur, Drs Arben B, SE mengatakan, pihaknya masih mengikuti rapat tingkat provinsi untuk menentukan jadwal dimulainya penerimaan lamaran. Sedangkan untuk formasi jurusan juga masih dalam proses pengajuan ke Men-PAN.</p>
<p>Dari kuota 309 itu kembali dibagi dengan formasi yang dibutuhkan. “Pokoknya walaupun calon peserta sudah mulai mengambil persyaratan itu tak masalah,” tegasnya. </p>
<p>(***)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=9</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Pendidikan Non Formal Pertama di Indonesia Berjalan Sukses</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=3</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=3#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 10:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Metro Bengkulu]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pameran pendidikan non formal pertama di Indonesia, sukses digelar di Provinsi Bengkulu. Selanjutnya, ada 15 provinsi lain yang akan segera menggelar pameran serupa.
Pameran pendidikan non formal di Bengkulu, berlangsung selama tiga hari. Selama pelaksanaan warga Bengkulu tampak antusias melihat stand pameran yang menyajikan hasil karya sejumlah lembaga pendidikan non formal. 
Kadis Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/07/sarjana.jpg" alt="sarjana" title="sarjana" width="250" height="200" class="alignleft size-full wp-image-39" />Pameran pendidikan non formal pertama di Indonesia, sukses digelar di Provinsi Bengkulu. Selanjutnya, ada 15 provinsi lain yang akan segera menggelar pameran serupa.<br />
Pameran pendidikan non formal di Bengkulu, berlangsung selama tiga hari. Selama pelaksanaan warga Bengkulu tampak antusias melihat stand pameran yang menyajikan hasil karya sejumlah lembaga pendidikan non formal. <span id="more-3"></span></p>
<p>Kadis Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu, Drs Sumardi MM mengaku bangga atas terselenggaranya pameran pendidikan non formal pertama se-Indonesia ini yang dipadati pengunjung. “Saya nilai pameran ini jauh lebih bagus dan baik. Saya berharap tahun depan gebyarnya lebih terasa lagi,” ungkap Sumardi dalam sambutannya ketika menutup pamaren pendidikan non formal. </p>
<p>Dijelaskannya, pendidikan non formal sangat berpotensi menjadi penunjang pembangunan ekonomi kerakyatan. Diharapkan lembaga kursus yang ada tidak berhenti berkarya.<br />
Sementara itu. Kasubdin Pengembangan Informasi Direktorat Kursus dan Kelembagaan Depdiknas Drs Sikpen Ginting menyatakan, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 9,4 juta jiwa. Sedangkan di Provinsi Bengkulu mencapai 50 ribu jiwa. Menurutnya, jalur pendidikan non formal menjadi salah satu kunci untuk mengatasi pengangguran. </p>
<p>“Tamatan pendidikan formal pun tak langsung mendapat kerja. Sebab tak ada keterampilan, makanya saya berharap pendidikan non formal jangan dilupakan. Di Bengkulu jumlah lembaga kursus sebanyak 256 buah, masyarakat Bengkulu bisa memanfaatkannya,” harap Sikpen. </p>
<p><strong>(***)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=3</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hindari Hipertensi, Konsumsi Garam 1 Sendok Teh per Hari</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=34</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=34#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 20:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Hampir dapat dipastikan, makanan sehari-hari orang Indonsia mengandung garam. Akan hambar rasanya sayur atau lauk pauk bila dimasak tanpa garam. Namun, garam merupakan salah satu bahan pangan yang harus dikurangi jika seseorang ingin terhindar dari hipertensi (darah tinggi). Meski masyarakat paham akan hal itu, sayangnya konsumsi garam di masyarakat Indonesia masih terbilang tinggi yaitu mencapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranbengkulu.com/wp-content/uploads/2009/07/alkes-257x300.jpg" alt="alkes" title="alkes" width="257" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-35" />Hampir dapat dipastikan, makanan sehari-hari orang Indonsia mengandung garam. Akan hambar rasanya sayur atau lauk pauk bila dimasak tanpa garam. Namun, garam merupakan salah satu bahan pangan yang harus dikurangi jika seseorang ingin terhindar dari hipertensi (darah tinggi). Meski masyarakat paham akan hal itu, sayangnya konsumsi garam di masyarakat Indonesia masih terbilang tinggi yaitu mencapai 15 gram per hari dari yang dianjurkan 6 gram atau sekitar 1 sendok teh per hari.<span id="more-34"></span></p>
<p>Beradasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, diketahui hampir seperempat (24,5%) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahun mengkonsumsi makanan asin setiap hari, satu kali atau lebih.</p>
<p>Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas. Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke. Sedangkan sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg. Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, jumlahnya mencapai 6,8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia.</p>
<p>Demikian disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), saat membuka Seminar Hipertensi dan Deteksi Dini Faktor Risikonya, di Jakarta, (11/6). Seminar ini merupakan rangkaian Hari Hipertensi Dunia 2009. Hari Hipertensi Dunia di peringati setiap tanggal 17 Mei. Tahun ini merupakan peringatan ketiga sejak dicanangkan WHO tahun 2005.</p>
<p>Menurut dr. Tjandra Yoga, hipertensi perlu diwaspadai karena merupakan bahaya diam-diam. Tidak ada gejala atau tanda khas untuk peringatan dini bagi penderita hipertensi. Selain itu, banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki hipertensi. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis.</p>
<p>Ditambahkan, sesungguhnya hipertensi dan komplikasinya dapat dicegah. Beberapa cara dapat dilakukan diantaranya dengan mempertahankan berat badan dalam rentang normal. Mengatur pola makan, antara lain dengan mengkonsumsi makanan berserat, rendah lemak dan mengurangi garam. Olahraga teratur, sedapat mungkin mengatasi stres dan emosi. Hentikan kebiasaan merokok, Hindari minuman beralkohol. Periksa tekanan darah secara berkala; dan bila diperlukan makan obat-obatan penurun tekanan darah secara teratur sesuai saran dokter.</p>
<p>Pemerintah memberi apresiasi dan perhatian serius dalam pengendalian penyakit tidak menular. Sejak bulan Februari 2006 Departemen Kesehatan membentuk Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular yang bertugas untuk melaksanakan pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk hipertensi, diabetes melitus dan penyakit metabolik, kanker, penyakit kronik dan degeneratif lainnya, serta gangguan akibat kecelakaan dan cedera.</p>
<p>Untuk mengendalikan hipertensi di Indonesia telah dilakukan beberapa langkah, yaitu mendistribusikan buku pedoman, Juklak dan Juknis pengendalian hipertensi; melaksanakan advokasi dan sosialisasi; melaksanakan intensifikasi, akselerasi, dan inovasi program sesuai dengan kemajuan teknologi dan kondisi daerah setempat (local area specific); mengembangkan (investasi) sumber daya manusia dalam pengendalian hipertensi; memperkuat jejaring kerja pengendalian hipertensi, antara lain dengan dibentuknya Kelompok Kerja Pengendalian Hipertensi; memperkuat logistik dan distribusi untuk deteksi dini faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk hipertensi; meningkatkan surveilans epidemiologi dan sistem informasi pengendalian hipertensi; melaksanakan monitoring dan evaluasi; dan mengembangkan sistem pembiayaan pengendalian hipertensi.</p>
<p>Dr. Tjandra Yoga berharap, melalui kegiatan seminar hipertensi dan deteksi dini faktor risikonya ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan hipertensi dan faktor risikonya, sehingga sekaligus dapat menurunkan prevalensi faktor risiko dan prevalensi penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti stroke dan penyakit jantung koroner di Indonesia.</p>
<p>Peringatan Hari Hipertensi Dunia 2009 mengangkat tema Konsumsi Garam Berlebihan dan Hipertensi: Keduanya Bahaya Diam-diam (Salt and High Blood Pressure: Two Silent Killer). Di Indonesia, Hari Hipertensi Dunia diperingati dengan berbagai kegiatan diantaranya seminar dan pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, osteoporosis, gula darah, tingkat stress, body fat analizer dan tes otak, serta konsultasi gizi. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=34</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkot Usulkan 200 Honorer Diangkat CPNS</title>
		<link>http://koranbengkulu.com/?p=7</link>
		<comments>http://koranbengkulu.com/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 18:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Metro Bengkulu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranbengkulu.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pemkot Bengkulu mengusulkan kuota 200 honorer untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009. Padahal untuk diketahui, jumlah honor yang masuk dalam data base tahun 2008 yang belum diangkat menjadi PNS masih tersisa 30 orang lagi. Itu artinya, dengan data honor baru itu tercatat 230 honorer yang akan berebut untuk diangkat dalam CPNS tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemkot Bengkulu mengusulkan kuota 200 honorer untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009. Padahal untuk diketahui, jumlah honor yang masuk dalam data base tahun 2008 yang belum diangkat menjadi PNS masih tersisa 30 orang lagi. Itu artinya, dengan data honor baru itu tercatat 230 honorer yang akan berebut untuk diangkat dalam CPNS tahun 2009 ini. <span id="more-7"></span></p>
<p>Dari jumlah honor yang terdata, tercatat kurang lebih 200 tenaga honor yang belum masuk dalam data base sebelumnya. Kesemuanya itu merata di masing-masing dinas, yakni di Satpol, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. </p>
<p>&#8221;Data ini sudah tuntas kita ajukan ke pusat, tinggal menunggu apakah disetujui atau tidak,&#8221; ujar Sekkot H Firdaus Rosid SE seusai penilaian lomba kelurahan tingkat provinsi di Jalan Gedang, kemarin seraya menyatakan data itu hanya diajukan saja, karena sebelumnya ada informasi kalau ada pengangkatan honorer menjadi CPNS. </p>
<p>Menurut Sekkot, saat pengajuan data base yang lalu, para honorer ini memang masa kerjanya belum memenuhi ketentuan untuk diajukan menjdai CPNS, karena ada yang kurang dua minggu bahkan ada yang tinggal dua bulan saja. </p>
<p>“Karena kurang masa kerjanya, maka tidak bisa dimasukkan dalam data base. Kita berharap usulan kita ini bisa diangkat tahun ini, namun jika di setujui,” tukasnya.</p>
<p>Diakui Firdaus, saat ini Pemkot masih banyak membutuhkan PNS karena masih banyak yang kosong di dinas, kecamatan serta kelurahan. &#8221;Kalau ditanya idealnya, saat ini kami juga melakukan penginvetarisasian untuk menghitung berapa kekurangannya. Meski ada pengangkatan tiap tahunnya, tetapi tetap ada pengurangan karena ada juga yang pensiun, atau meninggal,&#8221; kata Sekkot. </p>
<p>Sekkot sendiri mengaku penerimaan CPNS belum diketahui kapan dan berapa kuota yang akan diterima Pemkot. Namun dalam waktu dekat yakni tanggal 14 Juli mendatang, Sekkot dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) se-Indonesia akan melakukan rapat koordinasi penentuan kuota, penjadwalan penerimaan CPNS dan sekaligus Juklak dan Juknis penerimaan CPNS tahun ini. Rapat sendiri akan berlangsung di Hotel Manggala saka bakti Jakarta. (***)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranbengkulu.com/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
