Peran aktif dalam memerangi teroris tidak hanya mengandalkan senjata api semata. Tapi harus ada pendekatan persuasif terhadap kalangan pelaku pariwisata. Seperti yang dilakukan Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna dan para pejabat tinggi Polda Bali, Selasa (11/8). Kapolda Bali mengumpulkan para Manager Hotel dan Manager Security yang terkumpul dalam Bali Hotel Association(BHA) untuk mengantisipasi gerakan teroris masuk kedalam Hotel.
Agenda pertemuan yang berlangsung di Hotel Sun ST Ragiz Nusa Dua, dihadiri langsung oleh Kapolda Bali berserta para pejabat utama. Seperti Karo Ops, Dir Pariwisata dan Ka Desus 88, Karo Binamitra, Kapoltabes. Para Manager Hotel dan Security yang dikumpulkan tergabung dalam Bali Hotel Asosiation (BHA).
Kegiatan rutin bulanan ini dilakukan, untuk memberikan arahan, perkembangan terkini, dan langkah apa yang harus dilakukan terkait situasi teror dan bom yang melanda Jakarta, baru baru ini.
Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan, bahwa mengelola keamanan adalah masalah kita bersama. Dari data yang diterima aparat kepolisian, tingkat kunjungan wisata di Bali, meningkat drastis, ditengah krisis ekonomi dan aksi peledakan bom di Jakarta.
Untuk Bali sendiri, sebagai daerah pariwisata dunia, masih sangat potensial dijadikan target teroris. Maka dari itu, keamanan Bali harus tetap terjaga.
“Polda Bali akan berupaya memberikan pengamanan dan akan selalu berkoordinasi dengan semua pihak,” tegas Kapolda, Selasa (11/8).
Pada kesempatan yang sama, Ka Densus 88 Polda Bali Kombes Dewa Putu Anom juga memberikan penjelasan, sehubungan kasus peledakan di Jakarta. Dikatakannya, kasus di Jakarta mengidentifikasikan bahwa, aksi kelompok teroris masih ada dan akan terus melaksanakan teror di segala tempat.
Sasarannya termasuk, barang, pejabat Negara dan fasilitas Negara dan kegiatan-kegiatan International. Salah satunya, kegiatan konfrensi AIDS di Westin Nusa Dua.
“Di Bali, system peralatan piranti lunak dan pengamanan lainnya sudah banyak yang canggih di hotel – hotel. Seperti CCTV dan Secdoor. Namun, CCTV jangan hanya dijadikan pajangan tapi harus di cek, karena dari CCTV bisa memantau gerakan para teroris, ” ujar Kombes Anom.
“Jangan hanya CCTV ada, tapi tidak berfungsi. Patut diwaspadai, bagaimana SDM yang mengawaki CCTV, harus betul-betul melakukan tugasnya dengan benar,” imbuh Kombes Anom.
Menurut Kombes Anom, sekarang ini, teroris sudah pintar mencari celah sasaran aksi teror. Yakni, mencari orang dalam dan kemudian merekrutnya. Sehingga, diharapkan, agar kita semua fokus melakukan pemeriksaan bukan hanya di front office saja, tapi dipintu lainnya, seperti pintu masuk karyawan.
Sementara itu, Karo Ops Kombes Pol Hary Prasetya mengatakan, akan dibangun system komunikasi antara satpan hotel dan pihak kepolisian. Sehingga bisa dilakukan komunikasi dan informasi keamanan diseputaran lokasi hotel.
“Nantinya, alat Repieter akan dipasang di Poltabes, Polsek Kuta dan Polsek Kuta Selatan. Rencananya jajaran Polda dan Poltabes akan memberikan arahan kepada satpam dan karyawan berkaitan dengan teroris sehingga mempunyai pemahaman yang sama satu sama lain, ” ujar Kombes Pol Harry Prasetya.. @Yus, Berbagai sumber
Buy:Zithromax.Tramadol.Cialis Soft Tabs.Viagra Super Active+.VPXL.Viagra Soft Tabs.Viagra Super Force.Maxaman.Cialis Professional.Cialis.Soma.Propecia.Cialis Super Active+.Super Active ED Pack.Levitra.Viagra Professional.Viagra….